Kami bertutur dalam sebuah seminar perasaan, tepatnya semester 6, serius selintas kutangkap abjad terasa asing ditelinga. Aneh dimataku, mungkin karya mancanegara. Debat kami jadi redup.
Ia bertanya aku menjawab. Huruf melahirkan serangkaian kata menuai satu demi satu telaga kata. Uap kalimat terasa sejuk. Wahai keturunan Adam dengarlah wejangan sang guru :
Cucuku,... menapaktilasi rel kehidupanbukanlah suatu misteri ilustrasi yangg tak melewati jalan berliku lagi terjal nan berjurang, karena berlayar tanpa ombak rasanya hanyalah menyantap kata-kata tanpa seni, mengganggu orang yang khuyuk meresahkan bagi yang mendengar.
Setiap makhluk yang bernyawa sepertimu dibutuhkan bukti yang kasat mata berupa hujan ujian, dan masalah yang menjadi pelajaran rutin yang di hadiahkan sang empu semesta alam.
Bahtera hidup tata sepi ujian diibaratkan fatamorgana menjelang sore, indah dipandang namun tiada...kosong...ketahuilah cindera mata sang penyair bencana memberikan goresan penuh arti sejuta makna dala perjuangan, fenomena aljabar yang sulit dipecahkan naluri akal sehat objek penderita, kadangkala cenderung bertualang ditemani angka merah. Kebaikan selalu hadir setelah berseteru dengan cobaan, menuai penderitaan. Setiap nafas kita selalu dihadang lasykar hitam yang gentayangan menawarkan transaksi kesenangan, konsekuensinya
Sudah bosan telah renta rangkaian anggota badan selalu disapa kesalahan dan hilap laksana jarum waktu yang terus mengunjungi menit dan detik berdetak penuh keabsolutan, angkuh tak sadar.
Cucuku,...
Badai adalah seni kehidupan, ujian adalah ladang kebahagiaan. Tak kenal ujian kertas lukismu takkan indah...
Ia bertanya aku menjawab. Huruf melahirkan serangkaian kata menuai satu demi satu telaga kata. Uap kalimat terasa sejuk. Wahai keturunan Adam dengarlah wejangan sang guru :
Cucuku,... menapaktilasi rel kehidupanbukanlah suatu misteri ilustrasi yangg tak melewati jalan berliku lagi terjal nan berjurang, karena berlayar tanpa ombak rasanya hanyalah menyantap kata-kata tanpa seni, mengganggu orang yang khuyuk meresahkan bagi yang mendengar.
Setiap makhluk yang bernyawa sepertimu dibutuhkan bukti yang kasat mata berupa hujan ujian, dan masalah yang menjadi pelajaran rutin yang di hadiahkan sang empu semesta alam.
Bahtera hidup tata sepi ujian diibaratkan fatamorgana menjelang sore, indah dipandang namun tiada...kosong...ketahuilah cindera mata sang penyair bencana memberikan goresan penuh arti sejuta makna dala perjuangan, fenomena aljabar yang sulit dipecahkan naluri akal sehat objek penderita, kadangkala cenderung bertualang ditemani angka merah. Kebaikan selalu hadir setelah berseteru dengan cobaan, menuai penderitaan. Setiap nafas kita selalu dihadang lasykar hitam yang gentayangan menawarkan transaksi kesenangan, konsekuensinya
Sudah bosan telah renta rangkaian anggota badan selalu disapa kesalahan dan hilap laksana jarum waktu yang terus mengunjungi menit dan detik berdetak penuh keabsolutan, angkuh tak sadar.
Cucuku,...
Badai adalah seni kehidupan, ujian adalah ladang kebahagiaan. Tak kenal ujian kertas lukismu takkan indah...

